5 Miliarder Tertua di Jepang Berharta Triliunan Rupiah, Paling Senior 96 Tahun

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

JAKARTA – Forbes merilis daftar 50 orang terkaya di Jepang. Dalam jadwal tersebut, ada seorang miliarder yang sudah cukup berumur, yaitu Masatoshi Ito, yang mana usianya kini 96 tahun.

Semacam dilansir dari Forbes, Minggu (25/4/2021), berikut ini jadwal miliarder paling tua di Jepang:

1. Masatoshi Ito (96 tahun): USD4, satu miliar atau setara Rp59 triliun (mengacu kurs Rp14. 519 per USD).

Masatoshi Ito adalah ketua kehormatan persekutuan ritel terbesar Jepang, Seven & i Holdings. Seven & i Holdings memiliki lebih dari 72. 000 toko di 15 negara dan pendapatan tahunan USD54 miliar.

Kongsi ini terkenal dengan ribuan toko serba ada serupa 7-Eleven di Jepang, AS, dan Cina. Perusahaan juga menjalankan restoran Denny di Jepang dan memiliki department store, supermarket, dan perusahaan jasa keuangan.

Baca Juga:   Miliarder-Miliarder Ini Cuan karena Uang Kripto

Pada Agustus 2020, perusahaan mencapai kesepakatan tunai senilai USD21 miliar buat membeli pompa bensin Speedway Marathon Petroleum yang berbasis di Ohio.

2. Nobutoshi Shimamura (95 tahun): USD1, enam miliar atau setara Rp23 triliun

Nobutoshi Shimamura membangun salah satu pengecer diskon terkemuka di Jepang, Shimamura Co. Jaringan tersebut memiliki lebih dari 2. 200 gardu, termasuk toko sepatu dan toko di luar kampung.

Toko perusahaan di luar negeri berkecukupan di China dan Taiwan. Nobutoshi Shimamura pensiun bertambah dari dua dekade semrawut.

3. Chang Woo Han (90 tahun): USD1, 69 miliar atau setara Rp24 triliun

Han Chang-Woo, seorang pengusaha Jepang-Korea, adalah pendiri, Chairman serta CEO Maruhan, operator pachinko parlor terbesar di Jepang. Maruhan juga menjalankan medan bowling, lapangan golf, & bioskop.

Baca Juga:   Melalui Tokowahab, William Sunito Kembali Masuk Daftar Forbes Under 30 Asia 2021

Han mempunyai rencana besar untuk Dream Island, pusat hiburan senilai USD2 miliar yang hendak dibangun di atas tanah reklamasi di Pulau Yeongjong Korea Selatan.

Pembangunan Dream Island diharapkan selesai pada 2022 namun sekarang tidak pasti karena penundaan pandemi.