5 Fakta Harbolnas di Tengah Resesi, Nomor 4 di Luar Konvensi Konsumen

5 Fakta Harbolnas di Tengah Resesi, Nomor 4 di Luar Konvensi Konsumen

JAKARTA – Toko bayaran online di Indonesia memberikan potongan (harga) besar-besaran pada Hari Belanja Online 11. 11. Hanya saja oleh sebab itu pertanyaan, siapa yang membeli dalam tengah kondisi pandemi dan resesi saat ini?

Gaya beli dan konsumsi masyarakat pantas menurun karena ekonomi sedang mendarat. Bahkan orang kaya sekalipun bertambah memilih menahan pengeluarannya.

Oleh karena itu, Okezone kendati merangkum fakta-fakta menarik terkait Harbolnas 11. 11, Sabtu (14/11/2020):

1. Diskon Tumbuh

Berbagai e-commerce atau toko belanja online menunjukkan diskon super besar di Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 11. 11. Pasalnya, tanggal 11. 11 merupakan bagian dari susunan Hari Belanja Online Nasional ataupun Harbolnas yang dirayakan setiap 12 Desember atau 12. 12.

Banyak e-commerce memilih tanggal kembar setiap bulannya agar barangkali diingat, sebagai sarana promosi. Zona beragam strategi toko online biar telah dipersiapkan menarik konsumen. Salah satunya penggunaan model bintang Korea seperti Lee Min Ho di dalam E-Commerce Lazada dan idol agregasi kpop BTS pada e-Commerce Tokopedia.

2. Potongan (harga) Besar Siapa yang Merasakan?

Masyarakat bisa kembali merasakan diskon gede-gedean setiap tersedia tanggal yang sama dengan cetakan bulan seperti 11. 11. Namun sayang adanya diskon tersebut penggunaan masyarakat tidak kunjung membaik.

Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, salah satu masalah konsumsi asosiasi miskin tidak ditopang oleh jadwal diskon ini.

“Bagi mereka konsumsi kebutuhan pokok lebih penting dibandingkan diskon belanja online, ” sebut Huda.

3. Orang Pilih Menyimpan Uang Dibanding Belanja

Mereka lebih menyimpan uangnya untuk dana kesehatan di mana konsumsi untuk kesehatan di triwulan III kemarin tumbuh positif. Secara demikian, daya beli masyarakat belum membaik pada triwulan IV-2020. Sekalipun ada kenaikan dibandingkan triwulan III-2020.

“Biasanya memang triwulan IV konsumsi masyarakat lebih jalan karena ada bonus tahunan serta Natal. Namun tidak akan setara konsumsi triwulan IV tahun berarakan, ” kata Peneliti Indef Nailul Huda.